Kini, kelebihan produksi hidrogen di pembangkit listrik PLN yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, telah dikembangkan dan menjadi GHP yang tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun. Ke depan, pemanfaatan green hydrogen dapat semakin dioptimalkan sebagai co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan di sektor industri.
”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan.
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Trans Kalimantan Kubu Raya: Pemotor Tewas Usai Bertabrakan dengan Dump Truk
Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Riam Kecala Sanggau
Mahasiswa BEM KB Untan Gelar Aksi di DPRD Kalbar, Desak Penuntasan Kasus Kekerasan Aparat
Buka Muskab III Perbakin Kubu Raya 2026-2030, Wagub Krisantus Tekankan Peningkatan Infrastruktur dan Atlet Profesional
Wagub Kalbar Desak Pemerintah Pusat Alihkan Jalur Nasional di Sanggau Pasca Kecelakaan Bus DAMRI
Muskab III Perbakin Kubu Raya 2026-2030, Sujiwo Tegaskan Pentingnya Kaderisasi
STAI Al-Haudl Ketapang Resmi Diserahkan kepada Muhammadiyah
FOMDA Kalbar Dorong Peran Pemuda Tingkatkan IPM Melalui Layanan Kesehatan
Aliansi Mahasiswa POLNEP Gelar Aksi di Depan Rektorat, Tuntut Transparansi dan Integritas Kampus
Pasca Lebaran, Camat Batu Ampar Pastikan Harga Tiket Speedboat dan BBM Mulai Normal