Diskusi P4GN di Rasau Jaya Satu Tekankan Pentingnya Aktivitas Positif bagi Remaja

photo author
Samsul Cah, Siber Kalimantan
- Rabu, 10 Desember 2025 | 21:05 WIB
Pemerintah Desa Rasau Jaya Satu bersama Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Indonesia Anti Narkoba (DPD GIAN) Kabupaten Kubu Raya
Pemerintah Desa Rasau Jaya Satu bersama Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Indonesia Anti Narkoba (DPD GIAN) Kabupaten Kubu Raya

SIBERKALIMANTAN.COM, KUBU RAYA — Pemerintah Desa Rasau Jaya Satu bersama Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Indonesia Anti Narkoba (DPD GIAN) Kabupaten Kubu Raya menggelar Diskusi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bertema “Generasi Emas, Cerdas Memilih Aktivitas Positif”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025, ini diikuti puluhan siswa SMA dan SMK sederajat se-Desa Rasau Jaya Satu.

Acara dibuka oleh Kepala Desa Rasau Jaya Satu, Suwono. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini dan menekankan pentingnya edukasi dini untuk memperkuat pemahaman para remaja mengenai bahaya narkotika. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkuat ketahanan generasi muda.

Baca Juga: Anak 10 Tahun Hilang Saat Bermain, Tim SAR Pontianak Temukan Korban dalam Kondisi Meninggal Dunia

“Kami berharap kegiatan ini menjadi upaya bersama untuk menyelamatkan anak-anak kita dari ancaman narkoba,” ujarnya.

Ketua DPD GIAN Kubu Raya dalam paparannya mengungkapkan bahwa remaja adalah kelompok yang paling rentan terjerumus penyalahgunaan narkotika. Kerentanan itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi biologis, tekanan sosial, hingga minimnya informasi yang benar.

“Remaja berada pada fase perkembangan yang membuat mereka mudah terpengaruh. Ada setidaknya sepuluh faktor utama yang memengaruhi kerentanan ini,” jelasnya.

Baca Juga: Kontroversi Kebijakan Menkeu Purbaya Setop Impor Baju Bekas: Angin Segar bagi Industri, tapi Bikin Pedagang Merana

Ia kemudian merinci sepuluh faktor tersebut, di antaranya perkembangan otak yang belum matang, tekanan teman sebaya, pencarian jati diri, kondisi emosional yang labil, paparan media sosial, hingga minimnya aktivitas positif. Menurutnya, memahami faktor tersebut penting agar pencegahan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Lebih lanjut, penggiat anti narkotika itu menegaskan bahwa strategi pencegahan paling efektif bukan hanya memberikan informasi tentang bahaya narkoba, tetapi juga menyediakan ruang bagi remaja untuk menyalurkan energi dan potensi melalui aktivitas yang bermakna.

Baca Juga: Desa Belaban Gelar Gawik Kacik ke-3, Tradisi Adat Dayak yang Terus Dijaga

“Cara paling efektif mencegah siswa terjerumus adalah dengan mengisi hidup mereka dengan aktivitas positif yang membuat mereka merasa berharga dan memiliki tujuan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan berbagai kegiatan positif seperti olahraga, seni, organisasi sekolah, kegiatan keagamaan, hingga aksi sosial yang dapat membangun rasa percaya diri dan lingkungan pertemanan yang sehat.

“Mereka yang aktif di kegiatan positif cenderung tidak mencari pelarian ke arah yang negatif,” tambahnya.

Melalui diskusi ini, para siswa diharapkan memperoleh pemahaman baru tentang pentingnya memilih lingkungan dan aktivitas yang berdampak baik bagi masa depan mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Samsul Cah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X