Dalam pernyataannya, Noe juga membantah anggapan masuknya ke DPN sebagai bentuk keberpihakan politik.
Noe menegaskan dirinya tidak berada di bawah kepentingan tokoh atau kekuatan politik mana pun.
Vokalis band Letto itu menyebut hanya bertanggung jawab pada nilai yang diyakininya dan kepada Tuhan.
"Jadi tenang aja. Kalau di bawah Bahlil, di bawah siapa segala macam. Kita enggak di bawah siapa-siapa," tegas Noe.
Menjawab tudingan masuk ke sistem pemerintahan, Noe membedakan secara tegas antara negara dan pemerintah.
Dia menilai pemerintah merupakan bagian dari negara yang bergerak dalam siklus politik lima tahunan, sementara negara memiliki kepentingan jangka panjang.
Dalam kerangka itu, Noe menempatkan dirinya pada posisi negara, bukan kepentingan pemerintahan.
"Oke, soal masuk sistemnya gitu. Jadi yang saya pandang adalah kita masuk sistem negara untuk membantu pemerintah agar tetap lurus di dalam bangsa," terangnya.
Jelaskan Perannya Atasi 'Perang Kognitif'
Selain itu, Noe juga menyoroti ihwal kritik mengenai kompetensinya sebagai Tenaga Ahli DPN.
Noe menjelaskan, dewan pertahanan negara itu tidak semata urusan senjata dan perang fisik.
Tokoh publik itu bahkan menyebut, ancaman terhadap negara juga datang dari perang non-militer seperti disinformasi, dan runtuhnya kepercayaan publik.
Di samping itu, terdapat pula perpecahan sosial hingga melahirkan 'perang kognitif' yang dinilai berhubungan dengan cara berpikir masyarakat.
"Perang kognitif itu gimana sih? Perang kognitif itu berhubungan dengan yang kamu pakai sehari-hari, itu bisa menghancurkan negara," tutur Noe.
"Contohnya seperti kita sekarang ini menurutmu baik-baik saja? Kita terpecah belah satu sama lain, susah banget kok percaya satu sama lain," sambungnya.
Artikel Terkait
9 Unit Damkar Diterjunkan Padamkan Kebakaran Rumah di Komplek Bhayangkara Permai, Tidak Ada Korban Jiwa
Press Release Awal Tahun 2026, Wakapolres Kubu Raya Paparkan Ungkap Perkara Polsek Sungai Ambawang
Polsek Sungai Ambawang Ungkap Tiga Kasus Pencurian Sepanjang Januari 2026
Bobol Rumah Kosong Saat Tahun Baru, Dua ABH Diamankan Polsek Sungai Ambawang
Curi Motor karena Kunci Masih Menempel, Pelaku Curanmor Dibekuk Kurang dari 24 Jam
Polisi Bongkar Jaringan “Bajak Laut” Sungai, Lima Tersangka Diamankan Kubu Raya
Viral Kades di Sragen Mandi Lumpur Diduga Gegara Jalan Rusak Puluhan Tahun Tak Kunjung Diperbaiki Pemkab
Soroti Pemberian Hak Pensiun Seumur Hidup bagi Pejabat DPR, Warga Ngadu ke MK: Tak Sebanding dengan Kontribusi Legislator
Awal 2026, Polsek Sungai Ambawang Tuntaskan Sejumlah Kasus Pencurian Rumah, Motor, hingga Mesin Speed
Diduga Unggah Konten Bernada Emosional saat Demo Agustus, Rifa Justru Ngaku Hanya Tulis Caption: Nyalakan Api untuk Bakar Jagung