Di Kalimantan Barat, program tersebut telah menghadirkan terang bagi lebih dari 1.177 keluarga yang sebelumnya belum memiliki sambungan listrik sendiri.
Maria menjelaskan, penerima bantuan program ini merupakan warga prasejahtera yang diusulkan oleh perangkat lingkungan seperti RT atau kepala desa melalui PLN setempat. Mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Menurutnya, penyalaan yang dilakukan secara serentak di berbagai daerah juga menjadi simbol semangat gotong royong PLN dalam mewujudkan pemerataan akses listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Bagi Rosdiana, lampu yang kini menyala di rumahnya bukan sekadar penerangan.
Bagi seorang ibu yang setiap hari membuat kue demi menyambung hidup keluarganya, cahaya itu juga berarti kesempatan untuk bekerja lebih leluasa, menerima lebih banyak pesanan, dan menyalakan harapan baru.(*)
Artikel Terkait
Dari Aktivis Remaja Masjid di Pontianak, Mahrani Kini Pimpin Sekolah Indonesia di Jeddah
Dukung Aturan Pemerintah Pusat Terkait Pembatasan Medsos Anak, Kesbangpol Kubu Raya Siap Kawal Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026
Pemkab Kubu Raya Apresiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Jadi Garda Terdepan Cegah Intoleransi dan Radikalisme
Densus 88 Apresiasi Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Gelar "Refleksi Kebangsaan Ramadhan" Guna Tangkal Radikalisme
DPD BKPRMI Kubu Raya Berbagi Santunan Anak Yatim dan Dhuafa di Tiga Kecamatan
IMM Pontianak Gelar Semarak Ramadan, Tebar Kepedulian Lewat Baksos dan Sahur on The Road
Safari Kamtibmas Ramadan di Masjid Raya Mujahidin, Ustadz Das’ad Latif Ajak Masyarakat Jaga Persatuan
BUPATI SUJIWO DORONG PENINGKATAN PELAYANAN AIR BERSIH PERUMDA TIRTA RAYA
Diserbu Warga, 1.200 Paket Sembako Pasar Murah Ramadhan PLN Kalbar Ludes dalam Tiga Jam
Pasang Baru Listrik Kini Semakin Mudah Lewat PLN Mobile